PUNA Sriti, Pesawat Tanpa Awak Karya Dalam Negeri


JAKARTA - Sebagai negara maritim, kedaulatan Negara menjadi hal yang wajib untuk diperjuangkan. Apalagi berhubungan dengan daerah perbatasan wilayah dengan Negara tetangga maupun batas teritorial. Namun, wilayah yang luas itu memiliki risiko tersendiri dari segi pengamanannya. Berkaitan dengan latar belakang pengawasan keamanan tersebut, para ahli di BPPT membuat sebuah pesawat tanpa awak yang bertujuan sebagai pendukung pertahanan keamanan nasional dan pengintai teroris. Pesawat ini dibuat untuk mempermudah kerja TNI sekaligus menghemat biaya pengawasan terhadap wilayah Indonesia.

Kegiatan Rancang Bangun PUNA ini masih dilanjutkan dengan pengembangan PUNA tipe Sriti dengan bobot 6,5 kg dan luas jangkauan 10 km. Pada prinsipnya PUNA seperti layaknya pesawat komersil biasa. Hanya saja ukurannya tidak sama. Kemampuan terbang dan daya tembus PUNA terhadap cuaca buruk pun sebenarnya sama saja. Pengoperasian dalam jangka waktu yang sangat lama dapat meliputi patroli rutin perbatasan negara, patroli kelautan, pengamatan lalu lintas, dan lain-lain.

Sriti berbahan bakar metanol seperti yang dipakai di pesawat aeromodelling. Jarak pengendalian maksimum Sriti adalah 45 km. Pengendalian pesawat menggunakan ground control station (GCS). GCS terdiri dari remote control yang digunakan saat lepas landas dan mendarat. Saat di udara, Sriti bergerak autonomus, sesuai titik-titik yang telah ditentukan di komputer.

Vidoe Journalist : DWI OKTAVIANE
Sumber : Tempointeraktif.com

Comments